BATANG KOTA - Di tengah masa pandemi Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, penjualan hewan kurban di Batang menurun hingga 60 persen.
Apalagi, seperti yang disampaikan peternak, Teguh, pembeli lebih bermibnt transaksi jual beli secara konvensional dibanding online.
''Kalau melalui online pembeli tidak puas, karena beda tidak seperti jual baju, ukurannya sudah jelas. Tapi kalau sapi besar kecilnya harus kelihatan,” katanya saat menunjukkan puluhan sapi ternaknya di Kasepuhan, Kabupaten Batang, Minggu 18 Juli 2021.
Menjelang Iduladha ini, dirinya menyiapkan 25 ekor sapi dan semuanya sudah ada yang beli. “Kalau tahun ini penjualan turun sampai 60 persen. Tahun lalu bisa laku sampai 60 ekor, sekarang cuma 25 ekor,” jelasnya.
Teguh juga sudah menyediakan sapi untuk kurban dengan kisaran harga termahal Rp40 juta memiliki berat 700 kilogram dan termurah Rp17 juta.
Terpisah, Kepala bidang Peternakan Dislutkannak Batang Endang Ulfiati menyampaikan, penjualan hewan kurban di masa PPKM Darurat, sebaiknya melalui media sosial dan tidak bertemu langsung dengan pembeli, sehingga meminimalkan kerumunan.
“Jangan hanya lewat konvensional saja, tapi diutamakan penjualan secara online,” ujar dia
@AYOBATANG.COM