BATANG - Sudah dua pekan Bupati Batang Wihaji telah memperbolehkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.
Para pendidik pun diminta mengubah pola pembelajarannya agar lebih fleksibel, dengan penyampaian materi pembelajaran berbentuk teori.
Kepala SDN Menguneng 02, Sri Hartati mengatakan, pandemi Covid-19 para pendidik berupaya keras menciptakan suasana pembelajaran senyaman mungkin bagi anak didik.
“Dalam kami melaksanakan pembelajaran berupaya tidak bikin pusing anak didik, agat mereka tidak takut dan terbebani dengan mata pelajaran," katanya saat ditemui di SDN Menguneng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Rabu 25 Agustus 2021.
Dijelaskanya, salah satu strategi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), guru memaksimal anak tidak terbebani dengan adanya tugas-tugas.
Untuk Pembagian waktu pembelajaran dilakukan dengan menerapkan sistem shift pagi dan siang.
“Ya di masa sekarang ini, kalau memberi soal jangan terlalu banyak. Anak diperhatikan terus prokesnya, karena demi kesehatan bersama,” tegasnya.
Ia pun mengimbau, agar para guru membuat suasana anak merasa nyaman saat berada di kelas. Tujuannya agar anak dapat menerima materi pelajaran dengan baik.
Tidak hanya itu, lanjutnya, para wali murid bersama komite sekolah juga harus ikut membantu dalam mewujudkan pembelajaran optimal, namun tetap nyaman bagi anak.
“Semoga Pandemi Covid-19 ini tidak terlalu lama. Karena para guru merasa kesulitan untuk membentuk kembali karakter anak," katanya.
Ia pun beralasan pembelajaran daring yang terlalu dapat mengubah karakter anak, karena kurangnya kontrol dari orang tuanya.
“Dalam satu hari siswa ada yang berangkat pagi dan ada yang siang, agar materi yang disampaikan ke siswa masih sama. Bagi guru pun tetap merasa segar setiap kali menyampaikan materi,” terangnya.
Salah satu orang tua murid, Novi mengungkapkan, merasa bahagia karena putrinya yang sekarang duduk di kelas 1 SD, bisa langsung mengikuti PTM Terbatas.
#AYOBATANG.COM